Catatan Langkah

melintasi waktu - dgn trus berharap hidup lebih bermutu

 
Kontemplasi
Ada tiga macam Rizki dari Allah:
  1. Rizki yg ditentukan

    (berupa makanan)

  2. Rizki yg digantungkan

    (hasil dari yg diikhtiarkan)

  3. Rizki yg dijanjikan

    (hasil dari yg diamalkan)

    1. sumber: AA Gym
Hari Ini
Dukungan-ku
Kali ini kosong
Tautan kesukaan-ku
Masih menunggu untuk diisi
Sementara gini aja dulu
Sedang dipikirkan diisi apa
My Other Site
@ Multiply.com
Sekedar Info
Blog ini lebih nyaman dibaca dgn browser Mozilla Firefox



site statistics



IP
28 Oktober 2011
01 November 2011
Alhamdulillah! Puji syukur gw panjatkan ke Alloh SWT. Jum'at jam 13.05 seusai sholat Jum'at gw bisa dengar lagi suara orang yg selama ini entah kemana rimbanya! Akhirnya gw bisa kembali menjalin silaturrohim.

Maha Besar Engkau Ya Alloh. Engkau pertemukan lagi aku dengannya.

Engkau dengar dan kabulkan doa-doaku, Yaa... Robb!

Engkau perdengarkan lagi suaranya yang menandakan Dia masih sehat!

Enggak ada yang lebih nikmat dari pada terwujudnya keinginan yang telah lama ini. Buah dari kesabaranku selama ini. Walaupun aku pernah pasrah kepada-MU tapi aku yakin Engkau akan mewujudkan pintaku ini. Aku tidak pernah berprasangka buruk kepada-MU Yaa Alloh. Karena Engkau Maha Pengasih Maha Penyayang.

Terima kasih juga buat Mas Leo Kresnapati yg telah menjadi jalan bagi terwujudnya silaturohim ini. Semoga Alloh SWT dapat membalas kebaikan yg telah Mas Leo lakukan ke saya. Amien.

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 11/01/2011 01:11:00 PM   0 comments
Kalo Sekedar Hidup
16 Juni 2011
Nge-warung atau kata lainnya "jualan" di rumah adalah usaha paling mudah buat kita memulai usaha.

Bisa bermacam-macam yang kita mau jual. Boleh sembako, jajanan anak-anak, jus, nasi uduk, lontong sayur, kue-kue tuk sarapan, sayur-mayur, buah-buahan, mainan anak-anak, dll.

Model usaha kayak gini, gw liat jarang banget yg bisa membesar. Kebanyakan cenderung stagnant alias segitu-gitu aja. Kalo ada kemajuan juga dikit amat.

Dari ngobrol sama temen sekantor, gw dapat pencerahan yg ngebahas masalah ini. Temennya temen gw ini cerita bahwa "dagang warungan ataupun toko gak bakalan bikin kita kaya, cuma bisa untuk sekedar hidup" gitu katanya. Lantas aja gw berfikir "Apa iya?"

Dari yg gw liat sih emang gitu! Ini disebabkan kita cuma jadi perpanjangan tangan dari agen tempat kita belanja yg jadi sumber barang dagangan kita. Jadi dapetnya cuma selisih harga jual dengan harga beli.

Sementara persaingan harga antar toko atau warung sangat tinggi. Belum lagi pemain besar yg model grup-grupan juga mempersulit kita menjadi besar.

Perlu visi yang kuat dari sang penjual untuk menjalankan misi membesarkan toko atawa warungnya, ditengah kondisi persaingan tersebut.

Yang paling ideal adalah menjadikan toko atau warung kita sebagai outlet produk yg kita buat. Intinya kita harus berproduksi, dengan mencari bahan dari hulu semurah mungkin, dan di produksi dengan ongkos serendah mungkin-kalo perlu dalam jumlah besar. Seterusnya jadikan toko kita outlet penjualan sebagai hilirnya.

Dengan memangkas jalur keagenan, margin keuntungan akan menjadi lebih besar. Itu yg di lakukan banyak Factory Outlet di mana-mana, utamanya di Bandung.

Kata temennya temen gw itu, "toko itu juga bisa menjadi penangkap peluang yg dikehendaki konsumen". Dengan input dari konsumen tersebut kemudian kita olah dan ditindak lanjuti untuk di produksi dan di cari pasarnya.

Semuanya memang harus dari kecil. Kemudian, buat itu stabil alias dimantepin. Lanjutin dengan membuat cabang-cabang alias di multiplication (faktor kali).

Cuma yg jadi pertanyaan, "Usaha apa nih?"

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 6/16/2011 04:25:00 PM   0 comments
Gak Mudah - Ternyata!
01 Maret 2011

Dengan semangat membara akhirnya gw kucurin juga dana buat mulai usaha. Seperti diposting sebelumnya, gw bilang "gw harus mulai"! akhirnya memang gw berani memulai.

Alasan yang mendesak waktu itu adalah adanya prospek akan dibukanya Puskesmas baru persis di depan rumah ortu gw. Berharap akan banyaknya pengunjung Puskesmas setelah dibuka tentunya.

Proses sebelumnya adalah gw konsultasi dulu ke orang yang telah lama bermata pencaharian dari berdagang. Orang tersebut adalah adek bokap gw sendiri.

Niat gw dulunya adalah dagang nasi - macam warteg. Tapi Adek bokap gw bilang "jangan". Dia mengungkapkan alasan-alasannya. Dan menurut gw it makes sense alias masuk akal.

Gw putusin untuk buka warung minum aja macam warung kopi gitu. Bakalan jual minuman panas juga minuman dingin. Yang bakal menjalankan adalah adek gw yang paling kecil.

Kelanjutan dari keputusan itu adalah gw harus beli perabotan buat jualan tersebut. Nah di sinilah dana tersebut mulai mengucur.

Yang sebelumnya gw pikir lancar-lancar aja ternyata di tahap ini mulai terkendala. Ujian buat gw. Di saat gw semangat ternyata yang mau ngejalanin bermasalah. Hah!

Mulai terasa gak nyaman buat gw. Dan gak enak. Dana gw mulai di puter-puter alias dipake dulu sama adek gw. Awalnya sih bener! ke-2 , ke-3 dan selanjutnya butuh waktu lama. Sampai akhirnya Puskesmas soft launching alias buka perkenalan.

Kenyataanya memang beda banget sama yg gw perkirakan. Puskesmas ini benar-benar sepi pengunjung. Gw gak tau apakah kurang sosialisasi atau kenapa? Beda sama Puskesmas di kecamatan yg sampe antri-antri segala.

Kedua hal inilah yg membuat gw belum sempat buka warung buat usaha. Perabotan buat dagang sudah cukuplah untuk memulainya. Tapi pasarnya gak propektif.

Gw khawatir kalo dana gw kucurin lagi buat modal dagangan, bakalan di pake lagi atau justru habis buat operasional.

Masih perlu belajar banyak nih, untuk lebih peka terhadap leadership and sense of bisnis!

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 3/01/2011 02:20:00 PM   0 comments
Magar Rumah
04 Januari 2011
Sudah menjadi keharusan bila kita beli rumah BTN pasti harus merenovasi lagi. Walaupun katanya sudah ada "peningkatan mutu" segala. Dan itu terjadi nggak hanya di rumah-rumah type kecil tetapi juga terjadi di type besar.

Mengapa harus ada hal yang sedemikian? Nggak ngertilah! Banyak faktor penyebabnya. Mungkin salah aturannya. Mungkin juga itu menjadi taktik pemasaran pengembang perumahan. Atau mungkin ini menyangkut selera pemiliknya.

Mumpung masih ada sedikit tabungan dan ditambah dapat bonus tahunan, maka gw memutuskan untuk sedikit merenovasi rumah ke-2 gw di Bukit Dago.

Target gw sih, rumah itu layak di kunjungi dan dihuni. Paling nggak, ada air, bersih dan gak kumuh, pendeknya rapihlah! Jadi gw harus hitung-hitung biayanya nih.

Dengan dana yang segitu-gitunya alias pas-pasan, gw coba hubungin beberapa tukang bangunan yg pernah menawarkan diri buat bantu merenovasi. Ceritanya mau ngadain tender gitulah!

Dari beberapa tukang itu, cuma satu yang berani buka harga secara wajar. Setelah mengalami serunya tawar menawar, akhirnya harga di sepakati tentunya untuk pekerjaan yang kita inginkan.

Hebatnya tukang ini adalah begitu deal harga pagi hari, sorenya langsung dimulai pekerjaanya. Gw sendiri gak tau kalo hal ini terjadi, gw pikir paling dia akan mulai besok. Tadi ipar gw dan keponakan yg iseng lewat situ bilang, "lagi di gali-gali tanah halaman depannya!" Gw n istri pikir salah lihat kali. Tapi nyata, besoknya gw kesana lagi - untuk bayar uang muka, memang sudah di kerjakan. Yah ginilah kalo borongan. Ngebut!

Asumsi gw, paling butuh waktu 1 mingguan untuk renovasi ini. Harapan gw ini disesuaikan sama bertepatannya cuti akhir tahun kantor gw. Jadi gw bisa ngawasin tukang-tukang ini bekerja di rumah gw.

Alhasil ternyata asumsi lewat, kayaknya bakalan 2 mingguan baru selesai atau juga bisa lebih. Karena alasan cuaca dan libur tahun baruan. Nggak nyangka tukangnya mau tahun baruan juga.

Memang agak mengkhawatirkan, karena lepas cuti tahun baru, gw sudah harus kerja lagi. Proyek renovasi ini bisa tanpa pengawasan.

Harapan gw sih, di akhir proyek renovasi ini hasilnya rapih sesuai harapan gw n istri. Karena memang seharusnya justru diakhir-akhir pekerjaan seharusnya lebih diawasi.

Gw percaya hasilnya gak akan mengecewakan karena dilihat dari progress pekerjaannya, tukang yang mengerjakan ini memang lumayan rapih dan 80% paham maunya gw. Yang 20% lagi perlu bimbingan pastinya.

Paling gak rumah sudah tertutup pagar didepannya - walaupun belakangnya masih numpang tembok orang. Jadi udah kelihatan batas kavlingnya dan lebih privasi tentunya.

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 1/04/2011 10:54:00 AM   0 comments
Beban
29 November 2010
Nggak trasa udah dua tahun gw gawe disini sekarang. Di Menara Imperium. Di kawasan bisnis yg super macet. Hah! kayaknya gaya banget sih kerja di gedung tinggi. Padahal, yaaa tetap aja pekerja juga. Teteup kuli orang.

Gw mulai merasa bahwa berapapun gaji yg elo dapat dari bekerja sama orang lain, yah teteup elo sebagai kulinya dia. Bukannya gw nggak bersyukur dengan pendapatan gw sekarang ini. Tetapi ini masalah kebanggaan. Bangga bisa menghasilkan rejeki dari usaha sendiri tanpa di perintah orang lain.

Keterikatan sebagai seorang pekerja adalah banyaknya aturan yg membelitnya. Dari mulai jam kerja, hari kerja, jadwal dan target pekerjaan yg ketat. Blom lagi di omelin bos-lah! Kles sama temen kerja dan lain sebagainya.

Gw dah gak ada ambisi apa-apa lagi di kantor. Jalanin aja apa adanya. Sayang waktunya nih! Umur makin tua tapi yg kita raih masih segitu-gitunya aja. Gw mau yg spektakuler, mumpung belum terlalu terlambat.

Gw berpikir gw harus mulai nyambi jadi bos. Karena posisi gw dah mentok di kantor. Dan gw gak mau nunda lagi.

Pastinya gak mudah. Tapi juga, gw yakin gak susah-susah amat. Asal ada kemauan. Gw juga bertekad untuk gak berhenti setelah memulai. Gw akan belajar sambil jalan. Mengamati peluang, mensiasati resiko dan lain-lain.

Bismillahirrohmannirahiim. Yaa Robb! Mudahkan jalan untuk memulainya.

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 11/29/2010 05:10:00 PM   0 comments
Sekilas Aku

Aku adalah : ArFad.Benhil
Tinggal di: Pamulang

Kirim e-mail ke: fad dot benhil at gmail dot com



My complete profile
Previous Post
Archives
Post By Label
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER



© 2006 Catatan Langkah .Template by Isnaini Dot Com modified by fad.benhil