Catatan Langkah

melintasi waktu - dgn trus berharap hidup lebih bermutu

 
Kontemplasi
Ada tiga macam Rizki dari Allah:
  1. Rizki yg ditentukan

    (berupa makanan)

  2. Rizki yg digantungkan

    (hasil dari yg diikhtiarkan)

  3. Rizki yg dijanjikan

    (hasil dari yg diamalkan)

    1. sumber: AA Gym
Hari Ini
Dukungan-ku
Kali ini kosong
Tautan kesukaan-ku
Masih menunggu untuk diisi
Sementara gini aja dulu
Sedang dipikirkan diisi apa
My Other Site
@ Multiply.com
Sekedar Info
Blog ini lebih nyaman dibaca dgn browser Mozilla Firefox



site statistics



IP
Visi Pedagang gerobak dorong
20 Februari 2008
visi pedagang gerobak - foto:http://tempat-makan.blogspot.com
Ada berapa banyak pedagang gerobak atawa pikulan yg suka lewat depan rumah lo? Elo pasti suka jajan dagangannya 'kan? Dari mulai siomay, bakso, bakwan, es doger, cincau, berger, ketoprak, bubur ayam, roti, bubur kacang ijo, nasi goreng, skoteng, mie ayam, sate padang, sate ayam, pempek, ice cream, batagor, susu pengalengan, toge goreng, rujak, gorengan dst. Sampe-sampe elo kenal nama mereka. Gak sedikit pula pedagang-pedagang tersebut dah kita kenal sejak kita kecil. Baik mereka yg lewat depan rumah maupun yg ada ditempat mangkalnya kayak: sekolah, kantoran, pertokoan.

Coba perhatiin deh mereka itu. Sejak kita masih kecil dan belum sekolah, sampe dah gede gini dan punya anak, mereka masih teteup dagang kayak gitu. Lantas, adakah yg salah dengan mereka?

Sebenarnya pilihan untuk mencari rizki dengan berdagang adalah sunnatullah. Karena memang jelas-jelas di contohin oleh Nabi Muhammad SAW. Keberanian mereka berdagang adalah anugerah Allah SWT yg sangat patut di syukuri. Banyak keterangan yg menjelaskan tentang keutamaan orang berdagang/niaga. Salah satunya tulisan dari tetangga yg bisa dibaca disini.

Yang pasti sih dagangnya gak salah, cuma ketajaman visinya yg perlu di revisi. Gw sebagai orang yg masih digaji oleh orang lain, memang tengah berikhtiar untuk mengikuti jejak keberanian mereka untuk berniaga. Tapi gw harus beda dengan mereka dalam visi. Gw harus punya blue print masterplan yang jelas. Sehingga dengan sisa usia yg gw punya, gw bisa berniaga untuk dapat merubah diri, mensejahterakan keluarga gw, serta orang-orang sekitar.

Gw yakin pedagang-pedagang yg seperti gw sebut diatas, pastilah punya keinginan untuk maju dan berkembang. Mereka gak mau seperti itu terus menerus. Tapi mereka terkungkung oleh kendala yg kian hari kian mengikat dan sulit diubah.

Kendalanya biasanya klasik, kurang modal, makin meningkatnya biaya hidup, urusan keluarga, dst. Boro-boro untuk nabung, kalo ada hal-hal darurat aja misalnya ada yg sakit, pastinya itu menjadi halangan yg memberatkan. Menghadapi hidup kayak gitu, mengharuskan para pedagang tersebut hidup lebih prihatin. Belum lagi dari sisi waktu. Dari mulai belanja bahan dagangan, mengolahnya menjadi barang yg siap di jual, sampe akhirnya memasarkannya seperti yg kita liat di depan rumah kita. Aktivitas rutin kayak gitu yg membuat mereka stable. Jadinya sama deh kayak kita-kita yg pegawai yg masih digaji oleh orang lain. Kecendrungan pedagang kayak gini pasti lebih milih kerja aja (kalo memang ada kesempatan) dari pada berdagang.

Yaah! itulah hidup. Ada hikmah melihat mereka berikhtiar. Kalo aja mereka mau bertekad kuat, mewujudkan mimpi mereka untuk maju, dengan terus belajar, mengamati sekitar, dan berani sedikit demi sedikit memodifikasi usahanya, InsyaAlloh keadaan akan segera berubah. Kita diingatkan Alloh SWT dalam QS. 8 Al-Anfaal ayat 53.

Memang agak berat untuk merubah kebiasaan yg telah berjalan sekian lama. Kalo aja ada orang-orang baik yg mau memberikan mereka sumber-sumber bacaan yg mampu memprovokasi dan inspiratif atau mengajari mereka pelatihan, pasti usaha mereka bisa hidup tidak statis.

Zaman terus berubah, kalo gak bisa menyesuaikan, kita yg akan terlindas oleh perubahan tersebut.
Gw juga tengah berupaya untuk berdagang kayak mereka. Tidak sekedar berani berdagang tapi lebih dari itu menjadi pedagang yg cukup ilmunya - yg terus menjalani improvement untuk bisa besar dan berkembang. Semoga niat suci ini di Ridhoi Alloh SWT. Amin Ya Robbal Alamin.

Label:

posted by ArFad.Benhil @ 2/20/2008 10:03:00 AM  
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home
 
Sekilas Aku

Aku adalah : ArFad.Benhil
Tinggal di: Pamulang

Kirim e-mail ke: fad dot benhil at gmail dot com



My complete profile
Previous Post
Archives
Post By Label
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER



© 2006 Catatan Langkah .Template by Isnaini Dot Com modified by fad.benhil