Catatan Langkah

melintasi waktu - dgn trus berharap hidup lebih bermutu

 
Kontemplasi
Ada tiga macam Rizki dari Allah:
  1. Rizki yg ditentukan

    (berupa makanan)

  2. Rizki yg digantungkan

    (hasil dari yg diikhtiarkan)

  3. Rizki yg dijanjikan

    (hasil dari yg diamalkan)

    1. sumber: AA Gym
Hari Ini
Dukungan-ku
Kali ini kosong
Tautan kesukaan-ku
Masih menunggu untuk diisi
Sementara gini aja dulu
Sedang dipikirkan diisi apa
My Other Site
@ Multiply.com
Sekedar Info
Blog ini lebih nyaman dibaca dgn browser Mozilla Firefox



site statistics



IP
Memang Smart
31 Maret 2008

Semakin dekat ke minggu kelahiran, My smart kid semakin jelas aja gerakannya. Gw seneng banget godain dengan mengusap-usap tonjolan yg nampak diperut istri gw. Sudah banyak orang yang melihat sendiri betapa dahsyatnya gerakan tersebut.

Yang bikin seru lagi, komentar mereka setelah ngeliat gerakan tersebut, adalah mereka nebak-nebak jenis kelamin my smart kid. Ada yang berdasarkan gerakan, ada yang berdasarkan bentuk buncitnya perut istri gw. Kalo yang pertama, mereka nebak laki-laki karena begitu hebatnya gerakan yang nampak di permukaan perut istri gw. Kalo yang kedua mereka nebak yang bakalan lahir adalah perempuan. Yah... itu sih hak mereka. Buat kita sebagai yg bakal jadi orang tuanya, terserah Allah Yang Maha Kuasa aja. Laki-laki atau Perempuan adalah tetap Rahmat dan Amanah dari Yang Maha Pencipta.

Sebenarnya kalo didasarkan pada hasil pemeriksaan USG yang kedua dan ketiga, dokter yang memeriksa telah mengetikan tulisan cowok di sisi kiri bawah dari print out USG-nya. Cuma itukan hasil pemeriksaan manusia. Banyak kejadian didalam keluarga gw and istri yang meng-eliminir hasil USG. Dalam artian, hasil USG dengan kenyataan tidak cocok atau kebalikannya. Makanya gw and istri nggak terlalu memusingkan hal itu.

Percaya nggak? kalo my smart kid udah jago di ajak komunikasi dan bercanda. Kita bakal orang tuanya bersyukur banget karena ini menunjukkan prestasi dari kenormalan kehamilan istri gw. Banyak cerita yg disampaikan istri gw tentang apa aja yg dirasain olehnya. Kepintaran my smart kid tersebut, bisa berupa:

"Anak ini tau loh yah! kalo kamu pulang. Begitu denger mesin motor masuk teras rumah, dia gerak-gerak keras. Tapi kalo kamu dah masuk dalam rumah dia langsung mengeras kaku."

"Kalo aku lagi tidur miring, trus dia gak nyaman, dia langsung pukul and tendang perut aku. Marah yah?"

"Dia paling nggak suka di ajak nyetrika!"

"Kamu kenapa sih de? Kalo diajak jalan-jalan pagi langsung mengeras! 'Kan mama jadi sakit jalannya gak enak!"

Dan banyak lagi yg lain.

Padahal ada teman istri gw yg ngerasa - omongan istri gw ke my smart kid dianggap aneh. "Anak masih di perut dah diajak ngomong!" gitu kata mereka.

Kadang istri gw suka ketawa sendiri kalo ngerasain gerakan ulekan dari pecicilannya my smart kid diperut. Tapi kalo dah keterlaluan bukannya ketawa lagi tapi malah mo nangis karena terus-terusan, tiada henti. "Aduh de... kamu tuh gak ada capek-capeknya gerak terus!" keluh istri gw.

Dari semua yg gw ceritain diatas ada lagi yang lebih seru. Ini yang bikin gw keki. Juga istri gw.

My smart kid paling gak suka kalo gw cium-cium atau peluk mamanya. Langsung deh dia tendang and tonjokin perut istri gw. "Ganggu aja nih orang ke-3! Sebenarnya kamu tuh cemburu sama ayah atau sama mama sih de...?" tanya istri gw ke my smart kid. Satu lagi adalah waktu gw mo bikin video via handphone tentang lincahnya gerakan si my smart kid. Sewaktu gw blum siap nge-shoot, dia pecicilan banget. Pas gw dah ready to shoot, si my smart kid malah gak gerak-gerak! Sampe gw cape nunggunya. Ini nggak cuma sekali tapi berulang kali. Cape deeeh!

Akhirnya gw berujar, "Masih diperut aja.... dah pinter action kamu, de - de!" Istri gw cuma bisa ketawa kelihat kejadian ini.

Setelah hari tersebut akhirnya istri gw juga suka ngancem si my smart kid kalo lagi pecicilan dengan ucapannya, "Gerak-gerak terus... ntar mama shoot nih!" Tapi memang dasar anak pinter, dia nggak mempan di ancam. Karena memang nggak ada HP-nya.

Alhamdulillah, that's my smart kid!

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 3/31/2008 01:13:00 PM   0 comments
Orientasikan pada Proses bukan Hasil
27 Maret 2008

Kebiasaan gw untuk dengerin radio via online streaming sambil browsing membawa pencerahan nih. Kali ini gw lagi dengerin radio Mitrafm yg islami dari kota Batu - Ngalam. Acaranya kayak talkshow gitu lah! Gw ngedengerinnya agak-agak gak serius lah! So alle sambil baca-baca posting feed di bloglines. Sampe akhirnya ada perkataan dari nara sumbernya yg nginggung soal orientasi pada proses bukan pada hasil.
Dijelaskan bahwa nilai ibadah kita yg berupa usaha/ikhtiar justru terkandung dalam proses menjalaninya, bukan pada pencapaian hasilnya. Karena ikhtiar itu kewajiban kita sebagai manusia, ditambah doa dan selebihnya adalah hak Allah SWT sebagai Sang Maha Penentu.
Usaha yang kita lakukanpun harusnya dilakukan secara sempurna tidak asal. Logikanya kalo sudah dilakukan dengan cermat dan tidak asal maka hasilnyapun harusnya sesuai harapan kita. Lebih-lebih disertai dengan doa-doa yg kita panjatkan. Namun batasan kita hanya sampai situ. Sisanya Allah Yang Maha Kuasa-lah yang menentukan hasil yang terbaik menurutNya untuk kita.
Kadang kala kita kecewa jika segalanya yg telah kita lakukan sempurna menghasilkan sesuatu yg tidak sesuai dengan harapan kita. Ketawakalan kita di uji saat itu. Yang lemah akan merasa kecewa berat. Sebaliknya yang kuat, akan dengan ridho menerimanya, karena yakin akan ada hikmah dibalik hasil tersebut.
Baik atau buruk hasil yg kita terima seharusnya kita tetap bersyukur. Karena Allah masih memberi kesempatan kita untuk berproses lagi sebagai kelanjutannya atau ulangan yg lebih sempurna untuk mencapai target ikhtiar kita tersebut. Looping process gitu loh!
Kekuatan proses juga bisa membedakan apakah ikhtiar yg kita usahakan bernilai ibadah atau tidak. Karena hasil suatu usaha bisa saja sama walau di tempuh dengan cara yg berbeda. Bisa dengan cara yang baik-baik sesuai kaidah agama atau cara yg negatif yg mengandung dosa.

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 3/27/2008 03:51:00 PM   0 comments
Tambah Semangat deh Gue
25 Maret 2008

Kejadian ini berulang lagi. Tiap kali kita para karyawan menuntut penyesuaian gaji, pihak management selalu aja mencari-cari kesalahan karyawan. Yang paling mudah untuk dilihat adalah masalah absen kedatangan. Management merasa bahwa kita para karyawan kurang disiplin terhadap jam kerja. Yaitu mulai dari jam 7.30 pagi sampai jam 16.30 sore.
Untuk yang satu ini memang kebanyakan karyawan merasa melakukan kesalahan. Datangnya pada terlambat, hitungannya dari cuma 5 menit sampai dengan 1 jam-an. Tapi mereka juga pulangnnya pada telatan. Karena tiap bulan jumlah jam kerja kita di jumlah untuk 1 bulan. Jumlahnya sih cukup sesuai peraturan kantor. Cuma waktunya aja yang bergeser. Hal yang terakhir ini yang Bos nggak suka.
Management tetap menginginkan jam kerja sesuai dengan peraturan semula. Alasan yang dikatakan dari para karyawan bahwa "dateng pagi-pagi juga nggak ada kejaan ngapain?" Karena saat ini kantor tempat gw kerja memang lagi sepi project. Kesalahan karyawan dateng telat sedangkan kesalahan management adalah tidak mampu mencarikan pekerjaan buat karyawan. Walaupun sama-sama salah, tetaplah yang namanya Bos nggak mau kalah. Mereka tetap mengancam tidak akan memberikan penyesuaian jika kesalahan ini tidak diperbaiki oleh para karyawan.
Buat para karyawan ini adalah sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Anggapan kita para karyawan, ini adalah bentuk justifikasi dari tindakan untuk tidak memberikan penyesuaian gaji tahun ini.
Kalo pendapat gw pribadi sih, harusnya pake aturan reward and punishment aja. Gak usah pake ribut-ribut. Toh di setiap kita terima pemberitahuan adanya penyesuaian gaji selalu disertai surat yang berbunyi kira-kira: "Penyesuaian ini didasarkan atas prestasi kerja anda". Jadi wajar kalo masing-masing karyawan gak sama penyesuaiannya-tergantung performance masing-masing. Gampangnya: bagus - gede kenaikannya atau sebaliknya, jelek - kecil kenaikannya. That's it. Make it simple.
Ngalamin hal kayak gini lagi membuat gw jadi tambah pingin cepet-cepet punya usaha sendiri. Ambil hikmahnya aja. Ayo percepat wujudin tuh impian jadi bos buat diri sendiri! Semangat-semangat!

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 3/25/2008 03:55:00 PM   0 comments
Sudah Berapa Orang yang kita Gaji?
11 Maret 2008


Kalo sekarang gw masih di gaji, InsyaAllah di masa depan gw n istri berharap bisa berbalik untuk menggaji orang lain. Itu yg gw idam-idamkan. Pindah quadran dari yg di gaji menjadi menggaji, selalu membayangi fikiran gw. Ada kalanya gw merasa sedih karena gak bisa secepatnya mewujudkan itu.

Jika melihat ada orang lain yg bisa memberikan sebagian rejekinya sebagai imbalan atas tenaga atau jasanya, gw jadi iri. Gw berfikir orang itu adalah orang yg hebat. Karena apa? (kayak "harmoko" aja) Ya... karena dia udah memberikan "hidup" orang lain. Menjadikan dirinya sebagai jalan lewatnya rezeki dari Allah SWT.

Ada beberapa teman seprofesi yg dah sanggup menggaji orang lain. Walau itu baru sebatas menggaji orang yg bantu-bantu kerjaan di rumah. Kesanggupan mereka karena ada alasan yg membuat mereka harus mempekerjakan orang lain untuk bantu-bantu. Ini disebabkan istri atau suaminya juga harus bekerja diluar rumah.

Memang skala mereka baru segitu. Tapi mereka sudah memulainya. Semoga bisa menjadi lebih banyak lagi pekerjanya. Siapa tahu nanti tambah: sopir, tukang kebun, baby sitter dst.

Keuntungan kita yg jadi pekerja adalah bisa merasakan menjadi orang yg diupah oleh orang lain. Sehingga kita dapat menilai seberapa puasnya kita digaji oleh mereka yg menyebut dirinya bos. Kenyamanan suasana kerja, juga membuat kita tenang. Kalo salah satu dari itu sudah mulai terabaikan atau berkurang, maka irama dan semangat kerja kita menurun.

Pengalaman adalah pelajaran buat kita. Apa yg kita rasakan kurang enak saat kita jadi pekerja semoga gak akan dirasakan oleh orang yg bekerja untuk kita. Kita harus dapat melakukan yang lebih baik untuk mereka.

Memuliakan orang-orang yg bekerja buat kita adalah ibadah. Karena di belakang mereka ada nyawa-nyawa lain ( istri dan anak-anak atau anggota keluarga lainnya). Menghargai mereka dengan bayaran yg manusiawi serta menjaga perasaan mereka supaya tak tersakiti adalah salah satu cara membuat mereka nyaman dan betah bekerja untuk kita. Namun juga tetap tegas dalam kerangka hubungan timbal balik sebagai pekerja dan pemberi kerja adalah sesuatu hal yg wajar.

Pertanyaannya adalah: sudah berapa orang yang mendapat rizki dari Allah melalui "tangan" kita?

Bukan sekedar banyak dalam jumlah aja, tapi juga dalam kualitas hidup mereka yg terpuaskan. Sehingga dengan doa-doa yg mereka panjatkan, kita bisa hidup lebih dibarokahi Allah. Amin.

Label:

baca yg lengkap..
posted by ArFad.Benhil @ 3/11/2008 10:18:00 AM   0 comments
Sekilas Aku

Aku adalah : ArFad.Benhil
Tinggal di: Pamulang

Kirim e-mail ke: fad dot benhil at gmail dot com



My complete profile
Previous Post
Archives
Post By Label
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER



© 2006 Catatan Langkah .Template by Isnaini Dot Com modified by fad.benhil