
Kalo sekarang gw masih di gaji, InsyaAllah di masa depan gw n istri berharap bisa berbalik untuk menggaji orang lain. Itu yg gw idam-idamkan. Pindah quadran dari yg di gaji menjadi menggaji, selalu membayangi fikiran gw. Ada kalanya gw merasa sedih karena gak bisa secepatnya mewujudkan itu.
Jika melihat ada orang lain yg bisa memberikan sebagian rejekinya sebagai imbalan atas tenaga atau jasanya, gw jadi iri. Gw berfikir orang itu adalah orang yg hebat. Karena apa? (kayak "harmoko" aja) Ya... karena dia udah memberikan "hidup" orang lain. Menjadikan dirinya sebagai jalan lewatnya rezeki dari Allah SWT.
Ada beberapa teman seprofesi yg dah sanggup menggaji orang lain. Walau itu baru sebatas menggaji orang yg bantu-bantu kerjaan di rumah. Kesanggupan mereka karena ada alasan yg membuat mereka harus mempekerjakan orang lain untuk bantu-bantu. Ini disebabkan istri atau suaminya juga harus bekerja diluar rumah.
Memang skala mereka baru segitu. Tapi mereka sudah memulainya. Semoga bisa menjadi lebih banyak lagi pekerjanya. Siapa tahu nanti tambah: sopir, tukang kebun, baby sitter dst.
Keuntungan kita yg jadi pekerja adalah bisa merasakan menjadi orang yg diupah oleh orang lain. Sehingga kita dapat menilai seberapa puasnya kita digaji oleh mereka yg menyebut dirinya bos. Kenyamanan suasana kerja, juga membuat kita tenang. Kalo salah satu dari itu sudah mulai terabaikan atau berkurang, maka irama dan semangat kerja kita menurun.
Pengalaman adalah pelajaran buat kita. Apa yg kita rasakan kurang enak saat kita jadi pekerja semoga gak akan dirasakan oleh orang yg bekerja untuk kita. Kita harus dapat melakukan yang lebih baik untuk mereka.
Memuliakan orang-orang yg bekerja buat kita adalah ibadah. Karena di belakang mereka ada nyawa-nyawa lain ( istri dan anak-anak atau anggota keluarga lainnya). Menghargai mereka dengan bayaran yg manusiawi serta menjaga perasaan mereka supaya tak tersakiti adalah salah satu cara membuat mereka nyaman dan betah bekerja untuk kita. Namun juga tetap tegas dalam kerangka hubungan timbal balik sebagai pekerja dan pemberi kerja adalah sesuatu hal yg wajar.
Pertanyaannya adalah: sudah berapa orang yang mendapat rizki dari Allah melalui "tangan" kita?
Bukan sekedar banyak dalam jumlah aja, tapi juga dalam kualitas hidup mereka yg terpuaskan. Sehingga dengan doa-doa yg mereka panjatkan, kita bisa hidup lebih dibarokahi Allah. Amin.
Label: Perubahan
|