Ternyata dilimpahin rezeki lebih - memang enak. Alhamdulillah! Ya Allah... Engkau memang Maha Pemberi Rizki. Engkau berikan kepada hambaMu yang Engkau Kehendaki. Maka syukurpun terpanjatkan tiada henti.
Medio Juli 2009, gw kelimpahan rizki. Enggak banyak tapi lumayanlah! Bisa buat bayar utang, lunasi nazar/zakat dan sisanya buat tabungan. Yang pasti, hidup ini jadi terasa ringan.
Nggak salahlah kalo ditengah rasa syukur ini, gw ringan juga bagi bahagia gw ke orang-orang sekitar. Gw mau rizki ini kecicip juga ke mereka. Mereka (kecuali istri) gak perlu tau-lah ini rizki apa dan dari mana. Cukup dinikmati aja.
Melihat mereka kebagian itu semua, ada rasa yg gimana gitu di dada ini. Gw yakin itu sebenarnya rizki untuk mereka cuma datengnya lewat gw. Kalo aja (dan gw terus berdoa) moment tersebut bisa terus berkelanjutan- alangkah senangnya gw ini.
Mulai difikirkan gimana caranya gw bisa memelihara kebiasaan (berbagi) ini. Di satu sisi gw percaya Allah SWT bakalan membalas lebih banyak lagi sesuai janjinya dalam QS Albaqarah 261: ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki…” Disisi lainnya, gw juga harus ikhtiar menjemput janji tersebut.
Bayangan gw - kalo gw punya usaha sampingan, itu berarti ada pemasukan lain selain gaji bulanan. Insya Allah, dengan rizki tambahan tersebut gw bisa meneruskan kebiasaan menebar rahmat ini.
Makanya gw mau konsolidasi ke keluarga dulu. Utamanya ke adik-adik gw. Soale istri gw masih sibuk sama My Smartkid. Paling-paling gw baru bisa jadi investor kecil-kecilan dulu. Biarin adik-adik gw yg ngejalanin. Entahlah gimana sistem kerjanya nanti, di gaji atau bagi hasil.
Sulit memang, kalo mau berdagang nyambi kerja kantoran. Jadi mau gak mau harus mendelegasikan ke orang lain. Ini artinya visi dan misi dagang gw harus di transfer dulu ke orang tersebut. Kalo dah begini leadership yg berperan. Wah... mesti cari ilmu leadership dulu nih!